Senin, 25 Oktober 2010

Mencari kata IKHLAS YANG SESUNGGUHNYA

Seperti berjelaga jikaku sendiri...
Merasa sangat-sangat tidak siap menerima kenyataan
Bahwa dia telah termiliki..
Miris rasanya..
Batin tersiksa begitu hebat..
Habis kata..

Aku hanya menuntut keadilan bagiku..
Aku menuntut segala kesetiaan yang telah kuberikan
Yang ternyata hanya di bayar “sampah”
Aku ingin teriak...
Aku ingin berontak..
Aku ingin loncat..
Tapi semua itu sia-sia..
Aku seperti terpenjara dengan perasaanku sendiri..
Aku berfikir lagi.
Aku terlalu Egois untuk ini semua..
Aku menyakiti dua insan yang saling menyayangi..
Aku memaksakan kehendakku..
Aku ingin Tegar...
Tapi berkali-kali aku gagal..
Aku ingin bangkit...
Tapi Berkali-kali aku rapuh..
Tersiksa dengan perasaan sendiri yang tak menerima balasan apapun..
Aku....Egois untuk kali ini..
Aku terbakar emosi jika melihat mereka bersama..
Hati ini belum cukup tegar..
Begitu banyak kenangan yang bersliweran di kepalaku..
Aku...Jahat...
Berkali-kali aku memaki diriku sendiri..
Bukan salahku..
Aku sudah terlibat lebih dulu dari perempuan itu..
Aku,,,SAKIT
Aku ... Aku meringis...
Jantungku ngelu,,
Hatiku ciut..
Berkali-kali air mata ini jatuh..
Berkali-kali bibir ini berdarah..
Berkali-kali jantungku berdebar sakit..
Aku tetap dihadapkan dengan kenyataan..
Bahwa dia takkan kembali,,,

Akhirnya...
Aku menemukan jawabanku sendiri...
Aku akan tetap mencintainya..
Dengan segala kesabaranku dan juga semua kekuranganku..
Aku akan memikul rasa ini sendiri..
Dengan semua rasa sakit yang ditimbulkannya..
Aku.. Ikhlas jika memang begini keadaannya
Aku...akan terus begini..
Aku sendiri akan terus begini...
Karena Aku IKHLAS ATASMU...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar