Senin, 04 Oktober 2010

Semua Berawal Dari Sini


Aku memulai hariku sama seperti manusia pada umumnya..
Saat membuka mata..
Saat aku terbangun dari singgasana yang telah membuatku terlelap..





Energi pertamaku sama seperti manusia pada umumnya..
Dari saripati makanan yang aku telan setiap hari...


Hidupku...sama seperti hidup yang kalian jalani..
Sama-sama menghirup udara yang ada di bumi
sama-sama memakan beras yang berasal dari tanah
sama-sama meminum air yang mengalir dari puncak
sama-sama merasa terbakar dengan bola api terbesar yang disebut Matahari


Tapi Kali ini aku membaginya dengan versiku sendiri
Sesuai dengan apa yang pernah aku alami 
selama aku masih menjadi manusia yang wajar seutuhnya

Kehidupan yang menurutku sangat bahagia
ketika aku hidup diKota yang memiliki Jembatan seperti ini


memiliki makanan khas seperti Soto ini




memiliki salah satu sekolah seperti ini


kota yang banyak memberikanku kesenangan serta kasihsayang yang berlimpah
dari orang tua

Saudara dan teman-teman



Classmate yang terbaik yang pernah ada



Mempunyai partner yang sangat peduli satu sama lain


Rasanya tidak akan cukup menggambarkan betapa menggembirakannya
memiliki mereka
yang slalu mengisi hari-hariku
dan melukiskan berbagai macam tawa


hingga sebuah ide dan hasrat gila ingin menantang kehidupan

menentukan langkahku selanjutnya
dimana aku harus menitipkan mereka semua pada kota yang mereka sebut
Seribu Sungai itu
Dan bagiku adalah Kota
Seribu Nafas

Aku terpental jauh ke sebuah kota yang belum pernah aku ketahui
Yang belum pernah aku hinggapi
yang belum pernah berarti apapun bagiku..

Ya..
disini

dikota yang menurut peta berada di Bagian Timur Pulau Jawa

Kota yang memiliki berbagai perbedaan kultur budaya dan bahasa
Dari kota yang telah membesarkanku 

Aku kebingungan..
hilang penopang yang slama ini mengerumuniku
Hilang orang-orang yang menyayangiku apa adanya

Tapi..
Aku harus berjuang
Langkahku sudah berada di kota ini
Aku tak boleh menyerah
walau untuk berjalan dikota ini harus dengan berliter-liter airmata
Harus dengan hati yang tersayat-sayat pilu


Walau harus tanpa ada orang-orang yang menyayangiku
Walau harus tanpa ada orang yang bisa disebut sahabat
Aku akan mencoba bertahan...
Walau harus menjadi daun kering kembali
yang tiada arti
Aku akan tetap bertahan 
Karena aku yakin
Tuhanku tidak akan membiarkan hambanya bersedih

Karena aku tau
Inilah saatnya aku belajar dewasa dan lebih dekat dengan Tuhanku

Walaupun rasanya harus terseret-seret
tertatih-tatih
Terkucilkan
terasingkan
tak berdaya
dan
Mati Rasa

Aku akan mencoba bertahan
Demi semua yang telah mereka impikan diatas pundakku
Yang mereka harapkan diatas kakiku

Aku akan mencoba tersenyum dan bersyukur
Atas semua yang telah terjadi dalam diriku
tanpa ragu sedikitpun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar