Rabu, 24 Agustus 2011

Maafin Aku Tuan Cantik

Untuk Tuan yang setiap hari aku lihat gelagatnya,dan setiap saat pula aku juluki cantik
Karena kau terlihat mengagumkan didepan mataku,hingga saat ini...

Aku tertarik dengannya  dalam diam
Dan pula aku suka padanya tetap hanya terdiam
Tanpa membuka mata,aku diam-diam terjaga
Dan perlahan mulai mengerti
Aku suka padanya sejak batinku penuh dengan rasa sakit
Aku mulai suka padanya ketika aku baru benar-benar melihat tawanya yang tanpa beban
Dalam dirinya aku menemukan energi,energi tanpa lelah dan tak akan pernah mau kalah
Aku belajar itu semua darinya...

Dia tuan yang sangat murah senyum,pintar dalam membuat suasana menjadi istimewa
Aku belajar darinya tentang bagaimana ia membuat orang lain tertawa
Dia sangat baik denganku,mengajakku bercanda,dan membuatku merasa nyaman
Sejak saat itu aku mulai membuka diri dengan dunia baruku

Entah dimulai dari babak yang keberapa,tiba-tiba aku senang berada disekelilingnya
Hanya untuk melihat tawanya yang jahil,nakal,dan jenaka
Dia memberikanku energi,setelah sekian waktu aku sempat kehabisan 

Tapi,tiba-tiba dia datang membawa pengumuman
Pengumuman yang membuat hatiku bergetar dan ingin menangis
Tuan yang aku kagumi,memiliki bidadari di sisi hidupnya

Sekali lagi aku diam,hanya diam,dan terus diam
Tuan itu membuatku memiliki perasaan aneh yang setiap kali berdenyit ngilu dirongga dadaku
Dan saat itu aku mengesampingkan hal-hal yang berhubungan dengannya

Tiba-tiba suatu ketika ia mulai terlihat sakit,marah,rapuh,dan lemah
sesuatu yang belum pernah terlihat bahkan aku bayangkan darinya
Aku ingin membantunya..ingin sekali 
Tapi,skali lagi aku hanya diam..tetap pada posisiku


Dan entah berawal dari mana,dia tiba-tiba datang 
Datang dengan sisi dunianya yang kelam...
Dihadapanku ia tak menutupi,betapa rapuhnya ia dalam hal cinta
Aku mungkin salah,aku bahagia melihatnya seperti itu..
Jujur,hal itu membuatku seperti berarti dimatanya
Untuk pertama kalinya...

Tanpa sadar aku mulai lebih menyukai tuan itu dalam diam
Sampai suatu ketika pertanyaan menjebak itu membuatku berbicara
Berbicara dengan sosok perempuan yang menurutku dapat menjaga rahasia
Lambat laun beberapa orang mulai mengetahui,tapi tidak semuanya..hanya sebagian kecil
Dan itu atas kemauanku sendiri

Semakin lama aku semakin tau,bagaimana sifatnya yang sebenarnya
Ternyata ia tak menganggapku apa-apa
Hanya sebatas angin lalu...Setelah rasa ini aku sadari lebih menyukainya lagi
Energiku melemah, ia menjauh dariku
menjaga jarak denganku
dan...

Seperti tercekik rasanya..
Aku tidak tau salahku dimana
Ia seperti menghakimiku,ia menusukku dengan matanya..
Ia seperti jijik melihatku

Ternyata Tuan itu hanya membuatku mainan
Bukan salahnya juga,aku yang sudah salah mengartikan semua ini
Aku sadar aku terlalu cepat jatuh hati
Dia memang sudah memberi perhatian kecil padaku,tapi aku mengartikannya seakan ia menghadiahiku dunia

Dan entah mengapa hati ini dengan sendiri belajar membenci
Membenci anda Tuan...
Sungguh sangat menyiksa
Lidah ini selalu mencaci dirimu,merendahkanmu,dan seolah-olah menganggapmu sampah

Aku minta maaf tuan,aku cemburu
Cemburu karena kau mulai menjauhiku
Cemburu karena menemukan fakta-fakta yang menyakitkan tentangmu
Kau tak pernah menganggapku ada

Tuan,tolong beri aku maaf
Tolong jangan hakimi aku tuan
Biarkan aku melupakanmu tanpa membenci
Ini sungguh menyiksa

semakin aku mengelak kau bukan siapa-siapa...semakin pula aku menganggapmu adalah segalanya

Tuan,cinta itu buta...tapi aku tak mau buta karenamu
Tolong tuan,maafkan aku dengan cara yang indah
maafkan aku dengan tidak menyisakan apapun didalam hati 
mengenai segalanya yang berhubungan dengan rasa 
sekali lagi tolong

Minggu, 14 Agustus 2011

Merindukan saudara yang sebenarnya

Mungkin,jauh dari lubuk hatiku aku sudah lupa dan tak pernah lagi menganggapnya kakakku
Ya,mungkin..setelah sekian lama aku tertindas...
Dari kecil hingga sekarang... dia adalah Pangeran dalam keluarga
Kasih sayang tanpa ia minta selalu tercurah padanya
Sedikitpun aku tak pernah peduli apalagi iri tentang hal itu

Aku masih bisa tetap bersahaja tanpa semuanya
Aku masih bisa tertawa tanpa itu semua
Karna bagiku, itu tak membuat sesuatu menjadi bahagia

kita tak pernah cocok dalam hal apapun
Tapi aku selalu tertipu didalamnya
Aku lagi-lagi dihasut agar dapat menjadi peruntungan baginya

Aku sadar sekarang,ia menggunakan aku sebagai alat agar ia bisa pergi dari pengawasan 
Mengajak hidup bersama tanpa orang tua,dan akhirnya hanya membuatku seperti tikus
Menggunakanku sebagai alat yang bisa ia caci,maki,bentak,tampar,dorong,cabik sesuka hati
jika masalah menggelut disetiap otak dan kepalanya

aku tak jauh dari hanya seongok kain pel lusuh dirumah itu.
Dicari,diinjak,lalu dibiarkan tanpa dihiraukan

ia menjanjikanku banyak hal tentang peraturan-peraturan kecil yang kami sepakati
Tapi tak pernah sedikitpun menepatinya...Aku hanya diam
Ia menghasutku jika ada yang ia inginkan dariku... sekali lagi aku hanya diam
Tapi kali ini aku tidak terima,entah mengapa aku tidak terima sama sekali,,,
terlalu banyak hal yang menyakitkan karna kenyataan aku terlahir sebagai adiknya

Orang-orang seumuranku selalu mendambakan sosok kakak laki-laki yang bisa memanjakan diri
Aku memilikinya sosok itu,tapi bukan seperti kakak
Dulu aku pikir dia telah berubah sesuai dengan perubahan umurnya
Dan juga perkataan-perkataan orang tuaku jika dia ingin berusaha berubah
Aku percaya,tapi ternyata ...semuanya DUSTA

Aku tak pernah mengeluh tentang apapun mengenai kesulitanku pada orang tua
dan dia selalu mengeluh
Dia selalu menuntut untuk diberikan fasilitas mewah pada orang tua
sementara aku hanya menerima jika orang tua berkenan

Aku memang setebal karang dan serapuh kapur
Dilahirkan dari keluarga yang bahagia dan dihantui masalah-masalah pelik didalamnya bukan hal mudah
Kedua orang tua yang mengejar karir memang membanggakan
tapi kami,anak-anak mereka tumbuh dalam balutan yang pemikiran berbeda
Keluarga kami tak kenal diskusi,tak kenal sharing,dan tak kenal curhat
Semua serba diatur,mengatur,dan teratur
kami tertawa sering memang,dan itupun untuk mengejek satu sama lain
terlalu munafik
Kami tak pernah dibesarkan untuk menyayangi,menghormati,dan berbagi untuk saudara

Ego dan jiwaku memang tebal
Tapi mental dan perasaanku rapuh

Jika ada saudara yang bisa mengerti aku tanpa aku suruh,menyuguhkan bahunya tanpa kuminta
mendengarkan isakanku tanpa bertanya,menceritakan hal yang lucu tanpa menghina,menggodaku dengan rayuan tanpa mencaci,memberikan solusi tanpa ilusi... 
aku sangat menginginkannya...

setidaknya saudara yang sungguh bisa membuatku tenang setenang air,lembut selembut angin,dan damai sedamai surga...

Jika disurga tak ada yang seperti itu...Mungkin aku akan mencarinya di neverland 

When "ego" is larger than regret and loneliness

Aku tidak pernah menyesali apapun yang telah terjadi dan menjadi takdirku sekarang
Aku amat sangat bersyukur jika hal itulah yang menjadi takdirku
Ayah,Mamah,Teman,Sahabat,Waktu,Tawa,Sekolah,Pengalaman,bahkan untuk lelah sekalipun
Aku tak pernah berhenti bersyukur atas hal itu

Batinku lagi-lagi perih dengan hal yang sepele aku fikir
Aku tak tau harus memulai darimana
Yang jelas aku sangat merindukan ketenangan
Entah itu ketenangan lingkungan maupun batin itu sendiri

Andai saja Rasulullah masih ada didunia ini,tentu aku ingin sekali menemuinya
Bersujud sambil terisak hebat dipangkuannya,mengharap dia mau membelai kepalaku seperti majikan kepada seekor anjing kesayangannya...
Bersandar dalam damai disisinya,agar dia bisa menguatkan batinku yang terlalu mudah untuk rapuh
Berada dalam keheningan masing-masing... tanpa ada sepatah katapun keluar
Agar  Allah yang setiap hari kami agung-agungkan bisa mendengar kesedihan dan ketakutan apa yang sedang aku tangisi...

Manusia berubah lebih cepat dari musim pancaroba 
Ternyata...
Tak ada yang lebih pahit jika kenyataan berbanding terbalik dengan pemikiran
Dulu aku kira dia sudah berubah sejalan dengan umur dan tutur katanya
Ternyata.. semua itu hanya klise
Palsu

Cih, mungkin aku memang menjalankan segalanya seiring dengan hatiku
Aku memang egois sekali,tapi tak ada salahnya bukan? itulah kelemahanku

Aku tak suka keramaian,tapi aku juga benci dengan keheningan
Aku tak suka hujan,tapi aku sangat benci matahari yang terik
Aku tak suka menunggu,tapi aku juga bosan ditunggu
Aku tak suka sesuatu yang mengikat dan tak bebas menentukan arah

Tuhan,maafkan aku jika terlalu sering mengeluh padamu..
Aku tak tau lagi jika aku tak memilikimu 
Aku mengeluh karena diriku sendiri 
Tuhan,aku menyebut namamu hari ini lebih banyak dari biasanya
Aku kesepian tanpa ada yang mau menemaniku
Semua orang berkata bullshit hari ini

Aku tak butuh dengan orang yang pura-pura peduli
Aku muak dengan orang yang hanya bisa berceramah tanpa sulusi yang pasti
Aku kadang-kadang benci dengan semuanya yang berkata semua akan baik-baik saja
Karna aku tau Tuhan,rasanya tak sama..
Aku yang merasakan,bukan mereka

Skali lagi aku minta maaf Tuhan..
Aku sangat sedih dan membutuhkanmu
Skali ini lagi Tuhan,tolong temani aku
Kuatkan aku Tuhan,
karna Kau adalah zat yang satu-satunya tak pernah membohongiku atau pura-pura peduli denganku