Sabtu, 09 Oktober 2010

Mungkin ini yang disebut Kebangkitan kesekian kalinya



            Ditemani dengan aroma khas nasi goreng pesanan tetangga depan rumah yang membuat penghuni usus-ususku yang meronta minta diisi.Aku baru menamatkan sebuah novel yang penuh arti bagi diriku.Tepat pukul 23 lebih WIB pada tanggal 8 Oktober 2010 .Pas banget berkenaan dengan hari ulang tahun bagi wanita paling berjasa diseluruh dunia.Sekaligus...wanita yang menjadikannya satu-satunya alasan kenapa aku mau dengan tololnya merajut mimpi-mimpiku di kota yang menurutku “Tolol “ juga.
            Rasanya hari ini begitu mengharukan.Otakku seakan menjadi proyektor film yang sedang memutar pintalan-pintalan kaset tua yang mulai agak terbata-bata membacanya.Rasanya sangat tolol jika malam ini terlalu “ngoyo” untuk membaca novel karya Dee itu yang berjudul”Perahu Kertas”.Novel ringan yang penuh misteri semua,alurnya tratur,seperti ada nafas dalam stiap katanya.Juga alasan aku untuk berhenti menjadi proyektor film.Job baruku setelah sekian lama berada di kota “tolol” ini.
            Novel yang penuh inspiratif.Jiwaku serasa dibawa pergi oleh alunan dan tarian kata demi kata yang terdapat pada buku itu.Pengen rasanya menstabilo halaman demi halaman yang menurutku sangat berarti bagi evolusiku yang entah untuk ke berapa kalinya.
            Mungkin aku bakalan dianggap anak gila yang sedang merangkai beberapa jati dirinya yang terpaut dalam novel sakral itu.
            Rasanya seperti kehausan saat membaca novel itu.Tentang jatuh bangun seseorang mengorbankan apapun yang menjadi semangatnya untuk hidup.
            Ya...aku sedang haus sekarang.Haus akan apa yang slama ini aku rindukan.Tawa.
Sedih rasanya...jika aku bukan menjadi aku yang dulu..yang cerewet,sok ngatur,sok pintar,sok bisa,blablabla..dan segalanya.
            Aku hanya belum bisa memaklumi hidupku yang sekarang sedang sepi perhatian.Dimana waktu yang lebih lampau aku adalah the most important people in the school ( i think) menjadi the most unimportant people in the school ( thats a real).
            Kehidupan...selalu turun naik.Tuhan telah mengaturnya agar manusia sok tau,sok pintar, seperti aku bisa paham betul arti kata “hidup”.Hidup itu bukan untuk menjadikan sesuatu sebuah tantangan ataupun kekangan yang wajib kita lewati.Hidup itu.Nafas yang gratis.Sesederhana itu.
            Beberapa bulan trakhir ini.Aku pernah mengalami kehidupan yang bener-bener mati suri.Bukan karena apa.Ternyata selama ini,aku hidup dikota “tolol” ini hanya untuk terlihat bisa menakhlukan dunia diatas kedua tanganku.Seharusnya,aku hidup dikota ini menjadikan “nafas” mimpi-mimpi dan impian yang berdiri tegak dipunggungku  terwujud dan menjadikan lingkungan dan kehidupan kota “tolol” ini sebagai “udara”nya.
            Yah walaupun aku sadar bahwa menghirup “udara” perkotaan “tolol” yang sudah terkontaminasi oleh”karbondioksida” perasaan kangen,jenuh,berontak,prustasi,patah semangat,dan rindu tawa bakalan membuat aku sedikit merasa pengap dan sesak untuk bernafas.Toh aku masih bakalan hidup dengan “udara” terkontaminasi itu.
            Mungkin ini bukan usaha bangkit untuk pertama kalinya dari kepalaku sejak 4 bulan trakhir aku tinggal dikota “tolol” ini.Aku berulangkali bangkit,tapi seketika itu pula aku rapuh.Bukan karena apa.Aku merasakan dalam jiwaku ada yang kosong dalam setiap detailnya. Dan skarang aku baru sadar bahwa yang hilang itu adalah “seorang teman”.Ya... mungkin aku akan banyak menjumpai orang-orang baru dilingkungan baruku.Dan otomatis akan menambah daftar teman sepanjang sejarah aku hidup kelak.Tapi...mungkin karena mentalku yang sok kuat n rapuh.Aku selalu berandai-andai bahwa aku masih hidup dan bernafas dalam duniaku yang lama.Sampai-sampai otak “proyektor film” kelihatan sedikit rusak akibat memaksakan sesuatu yang mustahil.
            Aku selalu ingin menjadi pribadi yang optimis,pribadi yang bukan hanya mengandalkan hatinya tapi juga otaknya.Agar aku tidak harus selalu seperti sedang bermimpi atau memerankan tokoh dalam novel apapun. Intinya agar aku dapat realistis dalam berfikir.
            Slama ini,ternyata aku baru menyadari bahwa isi kepalaku hanya hayalan bagaimana aku bisa menjadi tokoh semirip mungkin dengan novel apapun yang pernah aku baca.
            Aku slalu senang dengan hal baru,tapi tidak senang dengan bagaimana cara beradaptasi dengan hal itu.Aku senang menjadi pusat perhatian,tapi tidak terlalu senang untuk menekuni mencari tahu hal apa yang dapat membuatku kembali sebagai pusat perhatian.
            Orang-orang slalu bertanya kenapa aku pindah.Sebenarnya...alasannya yang lain dari beberapa alasan mutlak yang sering kulontarkan adalah aku ingin memerani tokoh sebagai makhluk asing yang tersesat sebagai makhluk asing yang tersesat.
            Aku menganggap duniaku sama dengan dongeng.Orang-orang akan senang dengan hal yang serba baru,Tapi pada kenyataannya tidak semua yang seperti tipeku dan yang aku pikirkan.Kota tolol ini telah banyak membuat manusia seumuranku kehilangan diri mereka dan bermetamorfosa menjadi mereka yang modern, entah itu dengan Twitter atau YM yang sangat-sangat jarang sekali aku sentuh situsnya.Atau dengan lagu-lagu rapper,Lady gaga,Justin bieber,Katty pery, dan berjuta lagu berbahasa inggris lainnya yang sangat up to date mereka miliki.
            Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri tanpa harus ada satu orangpun yang menertawakanku karena aku adalah orang yang out of date . Aku bangga dengan diriku yang senang merangkai kata-kata mendayu-dayu,aku bangga dengan lagu mellow jaman jadul yang aku sukai.Aku cinta pada novel sejak pandangan pertama memiliki buku-buku ajaib tentang Arial,Cinderella,snow white,atau aurora skalipun.Aku tak memungkiri bahwa aku juga seorang anak manusia yang sangat mengidam-idamkan dijemput oleh pangeran berkudanya.Aku bangga dengan dandananku yang kadang menurut orang agak tidak pas dengan umurku.Aku masih suka caraku memperindah rambut dengan dikuncir dua.Aku tidak pernah lupa itu.
            Aku sadar... aku rindu menjadi diriku sendiri.Dikelilingi orang-orang yang perhatian tulus dan selalu menghiburku.Aku rindu menjadi bagian dari sekolah yang ada di jalan Dharmapraja itu.Sekolah yang becek kalau hujan deras sedang seenaknya membuang zat H2O itu sembarangan.
            Ternyata aku hidup dengan berat dikota tolol ini hanya karena aku selalu membandingkan kehidupanku yang serba perfect disana dengan kehidupanku yang sedang dalam masa transisi golongan ke 4 dalam tabel periodik kimia.Ya jelas aku akan menjadikan hidup ini lebih sulit puluhan kali kalau aku harus menggunakan perasaanku.
            Proyektor filmku juga kadang-kadang ngga tau jadwal datangnya.Udah seminggu lebih ini aku selalu beranggapan kalau tawa mereka,kehebohan mereka,ketololan aku,semuanya berada di sekitarku yang sekarang sunyi.Sepertinya aku sakit jiwa karena selalu terbayang  masih menjadi pacar “kurusku”,slalu teringat kalau ber4 stay nongkrong sampe sore dikantin,dan slalu ingin berlari ketika mengingat kehebohan-kehebohan gelak tawa Sesatku yang tercinta.
                        Slalu.Padahal aku ngga bakalan pernah tau kalau waktu itu terus berjalan.Mungkin kenangan mereka tentangku sudah agak sedikit kabur dan terlupakan.Tapi kenangan mereka masih menyala jelas dalam proyekpor filmku yang paling nakal.
            Seharusnya aku membiarkan kaset film itu beristirahat panjang dalam peti harta karun didasar riak-riak hatiku berjejal dengan darah yang mengalir setiap detiknya.Jika aku merindukan film itu.Aku bisa memutarnya sesuka hatiku.Tanpa harus ada beban lagi.Sudah waktunya kaset “Kenangan” itu beristirahat panjang. Sudah waktunya aku merekan film baru bagi proyektor ini agar dia tidak jadi rusak bosan dibuatku.
Sharusnya aku lebih dewasa dalam menghadapi apapun yang terjadi sekarang.Mau aku tidak ada teman,atau apapunlah...Stidaknya aku telah menemukan sedikit demisedikit “udaraku” di kota tolol ini. Ternyata masih ada segelintir udara sejuk di tembok-tempok kuning pucat yang megah akan orang-orang borju didalamnya.Masih ada harapan aku untuk hidup.Yah walaupun aku harus jadi lumut kingdom pertama dalam sejarah tumbuhan.
            Ya...setidaknya aku pernah mengalami hal terindah slama aku berada di kota tolol ini.
1.         Saat SS teater ke pacet mojokerto.. saat dimana aku merasakan apa yang slama ini aku cari.Kebersamaan dan indahnya berbagi.Airnya sejuk merasuk sukma.Walau dingin aku tak pernah sedikitpun menggigil karena air itu sungguh menyegarkan.
2.         Bisa mengenal orang seperti Ayu, yang senasib sepenanggungan denganku soal sekolah.
3.         Bisa mengenal makki yang slalu cria dan bersedia menjadikan partner penghabiskan jatah makan siangku.Aku senang sekali berbagi dengannya tanpa ragu sedikitpun.
4.         Bisa mengenal dian.Sosok yang sangat mengerti aku.Dan slalu sabar mendengar crita dan keluh kesahku.
5.         Bisa mengenal Litha,cewe baik yang pertamakali jadi deskmateku.s
6.         Baru pertama kalinya aku nulis sms ngucapin slamat ultah buat wanita paling berjasa dalam hidupku (my beloved mom) .Wanita yang menjadikanku udara yang tiada hentinya aku dapat hela sesuka hati.
            Menyelipkan segelintir ucapan doa dan trimakasih sebanyak2nya pada dia
            “happy bday...wish u all the best...thanks to come in the world”
            Walaupun aku tau penulisan kata2 itu adalah salah.Tapi aku sangat bangga.Dan tak henti-hentinya menangis saat menelaah jauh apa arti sesungguhnya kata-kata itu.
            Cukup terbayar dengan balasan “tks din..”
            Baru pertama kali aku sungguh sangat terharu dan bangga.
            Walaupun jarakku yang jauh dengan orang tua.Ternyata justru membuatku memaknai mereka hadir buatku.Dan slalu menjadikan otakku rindu akan sosok mereka.
           
            Allahku sayang,,,trimakasih telah begitu banyak membawa keajaiban yang baru aku mengerti sekarang.Mungkin ini memang jalan yang telah ditunjukkan olehMu.Trimakasih atas sgalanya yang tak bisa disebutkan.
            Karena perlahan aku telah menemukan udaraku .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar