Ya,mungkin..setelah sekian lama aku tertindas...
Dari kecil hingga sekarang... dia adalah Pangeran dalam keluarga
Kasih sayang tanpa ia minta selalu tercurah padanya
Sedikitpun aku tak pernah peduli apalagi iri tentang hal itu
Aku masih bisa tetap bersahaja tanpa semuanya
Aku masih bisa tertawa tanpa itu semua
Karna bagiku, itu tak membuat sesuatu menjadi bahagia
kita tak pernah cocok dalam hal apapun
Tapi aku selalu tertipu didalamnya
Aku lagi-lagi dihasut agar dapat menjadi peruntungan baginya
Aku sadar sekarang,ia menggunakan aku sebagai alat agar ia bisa pergi dari pengawasan
Mengajak hidup bersama tanpa orang tua,dan akhirnya hanya membuatku seperti tikus
Menggunakanku sebagai alat yang bisa ia caci,maki,bentak,tampar,dorong,cabik sesuka hati
jika masalah menggelut disetiap otak dan kepalanya
aku tak jauh dari hanya seongok kain pel lusuh dirumah itu.
Dicari,diinjak,lalu dibiarkan tanpa dihiraukan
ia menjanjikanku banyak hal tentang peraturan-peraturan kecil yang kami sepakati
Tapi tak pernah sedikitpun menepatinya...Aku hanya diam
Ia menghasutku jika ada yang ia inginkan dariku... sekali lagi aku hanya diam
Tapi kali ini aku tidak terima,entah mengapa aku tidak terima sama sekali,,,
terlalu banyak hal yang menyakitkan karna kenyataan aku terlahir sebagai adiknya
Orang-orang seumuranku selalu mendambakan sosok kakak laki-laki yang bisa memanjakan diri
Aku memilikinya sosok itu,tapi bukan seperti kakak
Dulu aku pikir dia telah berubah sesuai dengan perubahan umurnya
Dan juga perkataan-perkataan orang tuaku jika dia ingin berusaha berubah
Aku percaya,tapi ternyata ...semuanya DUSTA
Aku tak pernah mengeluh tentang apapun mengenai kesulitanku pada orang tua
dan dia selalu mengeluh
Dia selalu menuntut untuk diberikan fasilitas mewah pada orang tua
sementara aku hanya menerima jika orang tua berkenan
Aku memang setebal karang dan serapuh kapur
Dilahirkan dari keluarga yang bahagia dan dihantui masalah-masalah pelik didalamnya bukan hal mudah
Kedua orang tua yang mengejar karir memang membanggakan
tapi kami,anak-anak mereka tumbuh dalam balutan yang pemikiran berbeda
Keluarga kami tak kenal diskusi,tak kenal sharing,dan tak kenal curhat
Semua serba diatur,mengatur,dan teratur
kami tertawa sering memang,dan itupun untuk mengejek satu sama lain
terlalu munafik
Kami tak pernah dibesarkan untuk menyayangi,menghormati,dan berbagi untuk saudara
Ego dan jiwaku memang tebal
Tapi mental dan perasaanku rapuh
Jika ada saudara yang bisa mengerti aku tanpa aku suruh,menyuguhkan bahunya tanpa kuminta
mendengarkan isakanku tanpa bertanya,menceritakan hal yang lucu tanpa menghina,menggodaku dengan rayuan tanpa mencaci,memberikan solusi tanpa ilusi...
aku sangat menginginkannya...
setidaknya saudara yang sungguh bisa membuatku tenang setenang air,lembut selembut angin,dan damai sedamai surga...
Jika disurga tak ada yang seperti itu...Mungkin aku akan mencarinya di neverland
Tidak ada komentar:
Posting Komentar